Pada umumnya semua hewan itu berbahaya. Jika mereka merasa terganggu atau merasa terancam, jangankan hewan, manusia pun juga akan menyerang. Namun, siapa sangka hewan lucu berikut ini ternyata bisa membunuh siapa saja.
Berikut ini adalah 5 Hewan Lucu yang Sebenarnya Berbahaya.
1. Anak Kucing
Kucing adalah hewan yang sangat lucu dan menggemaskan yang sering dijadikan sebagai hewan peliharaan. Namun, kita harus waspada dengan anak kucing karena dibalik kelucuannya ternyata dia bisa menularkan berbagai penyakit yang dibawa dari induknya. Terutama bagi penderita flu, pasien kemoterapi, ibu hamil, dan penderita HIV/AIDS. Parasit dalam anak kucing bisa merenggut nyawa saat bersentuhan langsung.
2. Antler (Pemakan Semut)
Antler adalah hewan nokturnal (aktif saat malam hari). Pemakan semut ini terlihat lucu dan tidak membahahakan karena geraknya lambat. Namun, antler bisa membunuh dengan merobek dan menusuk tubuh terutama bagian perut menggunakan dua kuku tajamnya yang meyerupai pisau. Tidak perlu khawatir, antler hanya akan menyerang jika ia merasa terancam.
3. Platipus
Platipus adalah hewan yang lucu dan unik di dunia. Tapi, siapa sangka ternyata hewan ini bisa membunuh. Jika merasa terancam, dia akan menyerang dengan cara mencakar dan menyebarkan racun yang ada di kukunya yang dikabarkan dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Korban bisa lumpuh hingga berbulan-bulan jika diserang oleh hewan yang satu ini.
4. Ikan Puff
Ikan Puff atau Ny. Puff di film kartun spongebob square pants merupakan spesies ikan yang lucu dan unik. Ikan ini akan menggembungkan badannya ketika merasa terancam. Duri di badannya memiliki racun yang dapat melumpuhkan syaraf seperti racun pada ular derik.
5. Slow Loris
Slow Loris atau Kongkang merupakan hewan endemik Hutan Hujan Tropis di Indonesia, Malaysia, dan Indonesia. Slow Loris kerap kali digunakan sebagai hewan peliharaan tetapi hewan ini sebenarnya termasuk hewan yang berbahaya dan bisa mengeluarkan racun. Racun mamalia satu ini akan keluar lewat sisi sikunya. Induk Slow Loris biasanya akan mengoleskan racun kepada anak-anaknya sebelum ditinggal pergi berburu. Beberapa kasus melaporkan adanya serangan Slow Loris yang berujung pada kematian akibat reaksi alergi parah.





0 comments